Gandeng BUMN, Kementan Dorong NTB Jadi Pusat Industri Ayam Terintegrasi
Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan usaha peternak rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pengembangan industri ayam terintegrasi.
Program ini dijalankan melalui kerja sama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi NTB, serta dukungan pendanaan dari Danantara Indonesia.
Komitmen itu resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di kantor RNI, Jakarta, Senin (9/3).
Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan usaha peternak rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pengembangan industri ayam terintegrasi.
Program ini dijalankan melalui kerja sama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi NTB, serta dukungan pendanaan dari Danantara Indonesia.
Komitmen itu resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di kantor RNI, Jakarta, Senin (9/3).
“Melalui hilirisasi ayam terintegrasi, kami berharap harga pakan dan harga daging ayam di pasar dapat lebih terkendali, sehingga memberikan kepastian bagi peternak sekaligus menjaga keterjangkauan bagi masyarakat,” ujar Ghimoyo.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan pemerintah provinsi akan mendukung penuh pengembangan industri ayam terintegrasi ini, termasuk penguatan ekosistem produksi dan distribusi.
“NTB diharapkan bisa memproduksi DOC dan pakan sendiri. Meski dikelola pemerintah, program ini diharapkan menjadi semangat baru bagi para peternak,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTB juga akan memperkuat jalur logistik, baik transportasi laut maupun darat, agar rantai pasok industri perunggasan berjalan optimal.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kawasan industri perunggasan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah.